BEM PNL 2013

Pelantikan kepengurusan BEM 2013 2014

Posted on

Pelantikan adalah awal dari pemingkulan tugas dan tanggung jawab, kemarin 19 Juni 2013 tepatnya 10 hari setelah website ini dibentuk saya mendapatkan kepercayaan khususnya dari presma (presiden mahasiswa) dan wapresma (wakil presiden mahasiswa) serta demisioner untuk menjadi salah satu menteri di lingkungan keluarga besar mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe, lantas apa saja langkah-langkah yang saya lakukan?

Sama halnya dengan sebuah negara yang bersistem presidensial seperti Indonesia, lingkungan kampus juga memiliki president mahasiswa sebagai kepala pemerintahan yang didukung oleh menteri-menteri sebagai penanggung jawab kekuasaan eksekutif.

Foto Pelantikan
Foto Pelantikan

Merupakan sebuah kebanggaan bagi saya yang pada hari ini diangkat menjadi menteri informasi dan komunikasi kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe, tentu saja dengan beban yang siap saya pikul beserta tanggung jawab serta staf untuk menjadikan Politeknik Negeri Lhokseumawe lebih maju kedepannya.

Setidaknya ada beberapa hal berikut ini yang patut diperhatikan khususnya bagi saya sendiri serta Kamu yang membaca artikel ini sehingga bisa menjadi pengurus suatu instansi yang penuh tanggung jawab serta penuh semangat. 🙂

1. Mengetahui hak dan tanggung jawab

Apa yang membuat blogger rela menghabiskan puluhan dolar untuk membeli hosting serta domain, apa yang membuat pekerja rela lembur hingga malam untuk menyelesaikan tugas serta tanggung jawabnya?

Tentu saja untuk memperoleh hak yang blogger dan pekerja tersebut butuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setidaknya ada 2 jenis hak yang bisa kita dapatkan yaitu hak materi dan hak batin berupa pengalaman.

Dengan mengetahui hak yang kita dapatkan serta tanggung jawab yang kita lakukan tentu akan menumbuhkan semangat dalam berorganisasi.

2. Ajang mendewasakan diri

Menjadi mahasiswa dituntut untuk siap digunakan dalam dunia usaha saat dia lulus nanti. Organisasi tentu mengasah dan menjadikan mahasiswa menjadi individu yang penuh tanggung jawab, serta mengetahui aturan dan dapat membawa diri kedalam ruang lingkup kedewasaan.

3. Dikenal dikalangan civitas kampus

Menjadi terkenal tentu akan memudahkan kita untuk masa yang akan datang dibanyak aspek. Coba kamu bayangkan jika kamu tidak dikenal dan tiba-tiba ingin meminjamkan uang 10 ribu pada orang yang tidak kamu kenal. Sulit bukan?

Tentu saja menjadi badan eksekutif bukan berarti kita menjadi kurir pengutangan, itu hanya contoh yang saya paparkan saja. 🙂

4. Punya beban

Saya teringat dengan sebuah teks yaitu “The power of kepepet”. Kepepet itu sama saja dengan beban yang kita pikul. Semakin besar beban yang kita pikul maka semakin juga banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan walaupun pada dasarnya semua orang tidak suka dibebani.

Toh, pada akhirnya kita akan terbiasa memikul beban yang berat dan menjadi mahasiswa yang hebat. ya nggak?

Kasih juga ya saranmu dikotak komentar dibawah, apa saja point semangat dalam sebuah organisasi. 🙂


Leave a Reply